Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Oktober 2011

Belajar dari Merpati

  1. Merpati adalah burung yang tidak pernah mendua hati. Coba perhatikan, apakah ada merpati yang suka berganti pasangan? Jawabannya adalah "tidak"! Pasangannya cukup 1 seumur hidupnya.
  2. Merpati adalah burung yang tahu kemana dia harus pulang. Betapapun merpati terbang jauh, dia tidak pernah tersesat untuk pulang. Pernahkah ada merpati yang pulang ke rumah lain? Jawabannya adalah "tidak"! 
  3. Merpati adalah burung yang romantis. Coba perhatikan ketika sang jantan bertalu-talu memberikan pujian, sementara sang betina tertunduk malu. Pernahkah kita melihat mereka saling mencaci? Jawabannya adalah "tidak"! 
  4. Burung merpati tahu bagaimana pentingnya bekerja sama. Coba perhatikan ketika mereka bekerja sama membuat sarang. Sang jantan dan betina saling silih berganti membawa ranting untuk sarang anak-anak mereka. Apabila sang betina mengerami, sang jantan berjaga di luar kandang. Dan apabila sang betina kelelahan, sang jantan gantian mengerami. Pernahkah kita melihat mereka saling melempar pekerjaannya? Jawabannya adalah "tidak"! 
  5. Merpati adalah burung yang tidak mempunyai empedu, ia tidak menyimpan "kepahitan" sehingga tidak menyimpan dendam.
"Jika seekor burung merpati bisa melakukan hal-hal di atas, mengapa manusia tidak bisa? Hidup itu indah jika kita saling mengerti, berbagi, dan menghargai!"
 Source : Andrie Wongso

Senin, 17 Oktober 2011

Ten Reasons To Never Give Up

1. As long as you are alive, anything is possible.
The only valid excuse you have to give up is if you are dead. As long as you are alive (and healthy and free) you have the choice to keep trying until you finally succeed.

2. Be realistic.
The chance of mastering something the first time you do it is almost non-existent. Everything takes time to learn and you will make mistakes. Learn from them.

3. You are strong.
You are stronger than you think. One little setback is not enough to stop you from achieving your goals. Neither are 10 or 100 or 1000 setbacks.

4. Prove yourself.
You don’t want to be known as someone that is weak and gives up. Go out there and prove yourself to the world and to yourself. You CAN and WILL achieve what you set out to do. The only time you fail is when you give up.

5. Believe in your dreams.
Don’t sell yourself short. In life there are going to be many people who will try to bring you down and tell you what you want to achieve is not possible.

6. Your family and friends.
Let the people you love and who mean the world to you be your inspiration to persist and persevere. Maybe you need to try a different angle, study more or practice more but don’t give up!

7. There are people worse-off.
Right now there are many people who are in a worse situation and environment than you are. Are you thinking about giving up running 5 miles a week? Think about the people who are unable to even walk and how much they would give to be able to run 5 miles every day.

8. You deserve to be happy.
Don’t ever let anybody tell you otherwise. You deserve to be happy and you deserve to have success. Keep that mindset and never give up until you reach your destination!

9. Inspire others.
Be an inspiration to others by refusing to give up. Who knows what someone else can achieve because you never gave up and in turn inspired them not to give up.

10. You are so close.
Often when you feel like you want to give up you are so close to making a huge breakthrough. You are just a heartbeat away from success.

Minggu, 18 September 2011

Life and A Cup Of Coffee




A group of alumni, highly established in their careers, got together to visit their old university professor. Conversation soon turned into complaints about stress in work and life.

Offering his guests coffee, the professor went to the kitchen and returned with a large pot of coffee and an assortment of cups - porcelain, plastic, glass, crystal, some plain looking, some expensive, some exquisite - telling them to help themselves to the coffee.

When all the students had a cup of coffee in hand, the professor said: “If you noticed, all the nice looking expensive cups have been taken up, leaving behind the plain and cheap ones. While it is normal for you to want only the best for yourselves, that is the source of your problems and stress.

Be assured that the cup itself adds no quality to the coffee. In most cases it is just more expensive and in some cases even hides what we drink. What all of you really wanted was coffee, not the cup, but you consciously went for the best cups. And then you began eyeing each other's cups.

Now consider this: Life is the coffee. The jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain Life, and the type of cup we have does not define, nor change the quality of life we live.

Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee. Savor the coffee, not the cups! Don’t let the cups drive you … enjoy the coffee instead.

The happiest people don’t have the best of everything. They just make the best of everything. Live simply. Love generously. Care deeply. Speak kindly.


Author Unknown

Senin, 12 September 2011

Setiap Kemenangan Butuh Kesabaran

Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran… “Ayah, ayah” kata sang anak…

 Ada apa?” tanya sang ayah…..

Aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…
 aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capek, sangat capek …
aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…
 aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…
 aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…

Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkat, “Anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh, “Ayah mau kemana kita?? Aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. Badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… Aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.

Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…

Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.

Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.

Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”
Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?

Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu.

Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? Alhamdulillah.

Nah, akhirnya kau mengerti.”

Mengerti apa? Aku tidak mengerti.

Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku

Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar. ”

Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri… seorang pemuda muslim yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena ia tahu ada Allah di sampingnya… maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?

Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar

Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.

Sumber: resensi.net

Kamis, 18 Agustus 2011

How Precious Our Time If You Realize It!!

Take time to work.. it is the price of success.
Take time to think.. it is the source of power.
Take time to play.. it is the secret of perpetual youth.
Take time to read.. it is the fountain of wisdom.
Take time to be friendly.. it is the road to happiness.
Take time to love and be love.. it is the nourishment of the soul.
Take time to share.. it is too short a life to be selfish.
Take time to laugh.. it is the music of the heart.
Take time to dream.. it is hitching your wagon to a star.
Take time to pray.. it is sign to another worlds.